Kembali ke BeritaEdukasi
Kenapa CAPD Belum Populer? Solusi Dialisis Mandiri yang Lebih Efisien
Maret 2025
Dr. Nefrologi & KPCDI
Jakarta, Maret 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia, KPCDI kembali menyoroti pentingnya adopsi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) sebagai modalitas dialisis mandiri yang efisien dan berkualitas.
Meskipun data menunjukkan CAPD lebih murah 10-15% bagi negara dan memberikan fleksibilitas bagi pasien, jumlah penggunanya di Indonesia masih sangat rendah. Hambatan utama bukan terletak pada kesiapan pasien, melainkan pada insentif rumah sakit dan kendala logistik distribusi cairan.
- Kemandirian: Pasien bisa melakukan cuci darah di rumah atau kantor.
- Kualitas Hidup: Tidak perlu terikat jadwal RS 2-3 kali seminggu.
- Diet: Pembatasan cairan dan makanan cenderung lebih longgar dibanding HD.
KPCDI mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan "CAPD First" yang didukung oleh jaminan ketersediaan logistik hingga ke pelosok Indonesia guna meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup pasien gagal ginjal.
Bagikan artikel ini: